Sepele tapi Mengganggu: Mata Kering dan Dampaknya Saat Mengejar Beasiswa

 

Waktu itu saya sedang duduk di sebuah ruang belajar bersama empat teman lain. Kami semua sedang mempersiapkan proposal beasiswa kuliah. Malam makin larut, dan mata saya sudah mulai terasa aneh. Ada sensasi perih di ujung kelopak, lalu tiba-tiba terasa lelah seperti habis menangis lama. Saya mengucek pelan, berharap baikan. Tapi malah makin sepet. Teman saya nyeletuk, "Lu kenapa? Kurang tidur ya?"



Saya cuma nyengir. Tapi sejujurnya, ini bukan cuma soal kurang tidur. Ini lebih dari itu. Saya sedang mengalami mata kering. Ternyata, ini bukan hal sepele.

Di tengah tuntutan akademik yang padat—baik ngerjain tugas sekolah, ujian, ataupun persiapan beasiswa—kesehatan mata sering kali jadi hal terakhir yang saya pikirkan. Padahal, dari mata yang sehat, segalanya bisa dimulai. Fokus belajar, konsentrasi saat baca literatur, sampai stamina untuk duduk menulis berjam-jam. Semua itu terganggu kalau mata bermasalah.

Gejala Mata Kering: SePeLe Tapi Menyebalkan

Istilah SePeLe ini saya dapat dari brosur yang saya baca saat iseng mampir ke apotek. Ternyata, itu singkatan dari gejala-gejala utama mata kering yang sering diremehkan:

  • Sepet: Mata terasa berat, kaku, atau seperti berair tapi kering.
  • Perih: Seperti ada yang menghalangi di kelopak, atau rasa panas yang nggak nyaman.
  • Lelah: Baru satu jam baca jurnal sudah pengen merem, fokus buyar.

Dulu saya pikir mata perih itu biasa, cuma karena kecapean. Tapi setelah tahu bahwa ini bisa mengarah ke sindrom mata kering, saya mulai lebih waspada. Apalagi saat tahu bahwa terlalu lama menatap layar—hal yang nggak bisa dihindari oleh pelajar dan mahasiswa—adalah salah satu penyebab utamanya.

Kenapa Ini Jadi Masalah Serius Buat Pelajar dan Pejuang Beasiswa?

Sebagai seseorang yang pernah ngerasain stresnya cari beasiswa dan belajar nonstop demi IPK tinggi, saya bisa bilang: mata adalah senjata utama.
Kita baca ratusan halaman referensi, buka layar laptop 8–10 jam sehari, ditambah begadang nyusun esai dan dokumen. Kalau mata terganggu, semua runtuh.

Saya sendiri pernah gagal submit beasiswa karena last minute editing gagal fokus akibat mata terlalu lelah. Bahkan, saat wawancara beasiswa pun saya pernah kelihatan seperti ngantuk padahal cuma karena mata perih luar biasa.

Hal kecil yang sering kita anggap remeh ternyata bisa punya efek domino dalam proses pendidikan kita. Karena itu, saya mulai mencari solusi konkret yang bisa saya terapkan sehari-hari.

Solusi dan Tips Sederhana: Jangan Sepelekan, tapi Tetesin!

Setelah baca sana-sini dan cari info di mana-mana, saya menemukan beberapa langkah pencegahan yang cukup efektif:

  1. Gunakan metode 20-20-20: Tiap 20 menit menatap layar, lihat objek sejauh 20 kaki (sekitar 6 meter) selama 20 detik.
  2. Pakai filter layar atau mode gelap: Membantu mengurangi paparan cahaya biru.
  3. Konsumsi makanan tinggi omega-3: Seperti ikan, kacang, atau suplemen tertentu.
  4. Jangan tunggu mata terasa sakit baru bertindak. Gunakan tetes mata pelumas.

Dari semua saran itu, yang paling instan dan efektif menurut saya adalah memakai INSTO DRY EYES. Saya tahu produk ini dari teman sekampus yang juga lagi ngejar beasiswa ke Jepang. Katanya, dia selalu sedia botol kecilnya di tas. Awalnya saya ragu, tapi setelah coba, saya ngerasain langsung efek ademnya. Mata yang tadinya perih dan sepet langsung lebih nyaman.

Jadi sekarang, tiap kali ngerasa gejala SePeLe muncul, saya langsung tetesin Insto Dry Eyes. Lebih baik mencegah daripada menyesal.



Jangan Remehkan Gejala Ringan

Saya menulis ini bukan karena endorse atau semacamnya (meskipun memang #InstoDryEyes dan #MataKeringJanganSepelein jadi penyelamat saya waktu itu), tapi karena saya tahu banyak teman-teman yang punya mimpi besar, tapi kadang lupa merawat hal kecil seperti kesehatan mata.

Apalagi buat kamu yang sedang di masa-masa sibuk—baik ujian nasional, UTBK, tugas akhir, atau seleksi beasiswa—mata yang sehat akan sangat berpengaruh terhadap performa. Jangan sampai hal sepele seperti mata sepet, perih, dan lelah malah jadi batu sandungan besar dalam perjalanan akademismu.

Belajar Cerdas, Bukan Belajar Keras

Akhirnya, saya menyadari bahwa belajar cerdas itu bukan cuma soal strategi akademik. Tapi juga soal menjaga tubuh—dan mata—dengan bijak. Sekarang, saya sudah memasukkan istirahat mata sebagai bagian dari jadwal belajar saya. Dan tentu saja, Insto Dry Eyes selalu ada di meja belajar saya.

Karena buat saya, mata kering jangan disepelein. Kalau kamu ingin mencapai mimpi besarmu, rawat dulu yang kecil. Termasuk mata.

 

Jika kamu juga sedang mengejar impian lewat jalur pendidikan, semoga artikel ini bisa jadi pengingat bahwa fokus, nyaman, dan sehat saat belajar adalah kunci utama. Dan jangan lupa: SePeLe bukan cuma singkatan, tapi juga peringatan.

#InstoDryEyes #MataKeringJanganSepelein

 

Comments

Popular posts from this blog

Mindset Growth vs Fixed Mindset: Kunci Sukses dalam Belajar

Metode Belajar Efektif untuk Generasi Digital